Saturday, 4 July 2015

keutamaan sholat terawih

Keutamaan Shalat Tarawih Bersama Imam Hingga Selesai
Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة
ً
Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.”
(HR. An Nasai no. 1605, Tirmidzi no. 806, Ibnu Majah no. 1327, Ahmad dan Tirmidzi. Tirmidzi menshahihkan hadits ini. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ no. 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Hadis ini menjadi dalil anjuran agar kaum muslimin mengerjakan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengikuti imam hingga selesai.
Dan jika imamnya ada dua dalam satu malam di masjid yang sama (yang keduanya saling melengkapi) maka di anggap seperti satu imam, sebagaimana hal ini di jelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah.

Thursday, 2 July 2015

cara mendidik anak secara islami

caranya agar anak menjadi yg lebih baik antara lain:\

1— Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.

2— Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: "Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!". Tapi katakan kepada mereka: "Mainnya 5 menit lagi yaaa". Kemudian ingatkan kembali: "Dua menit lagi yaaa". Kemudian barulah katakan: "Ayo, waktu main sudah habis". Mereka akan berhenti bermain.

3— Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: "Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..". Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.

4— Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: "Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh", maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: "Ayo tidur, besok kan sekolah", akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.

5— Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.

6— Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: "Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak".
Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.
Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Subhanallah...
Semoga yang "like" dan "bagikan" tausiyah ini semua dosanya diampuni Allah, diangkat derajatnya, dikabulkan segala hajatnya dan mendapatkan pasangan yang sakinah serta anak yang sholeh/sholeha hingga bisa masuk surga melalui pintu mana saja yang dikehendaki. Aamiin ya Rabbal'alamiin..

|Serial Nasehat Ramadhan

 Serial Nasehat Ramadhan 

6 ¦ SEPERTIGA BULAN RAMADHAN TELAH BERJALAN
Tanpa terasa tiba-tiba sepertiga Ramadhan telah berjalan, sedangkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "sepertiga, jumlah sepertiga itu sangatlah banyak"
Maka sebagaimana waktu Ramadhan telah lewat begitu cepat, begitu pula yang tersisa akan terus berjalan ibarat kilat, menebas waktu- waktu berharga di bulan berkah ini.
Seorang pepatah menasehatkan: "waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ia akan menebasmu"
Dari sini perlunya intropeksi diri, jika hari- hari kemarin, waktu kita makmur dengan ibadah dan ketaatan, maka beruntunglah dan mari kita lanjutkan.
Tapi jika waktu lalu banyak kosong dari kabajikan dan banyak sia- sia atau tersibukkan dengan dunia, mari kita teguhkan hati untuk mengadakan peningkatan, karena Ramadhan merupakan bulan pendidikan dan peningkatan
Al- imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada Ibnu Abbas, beliau mengatakan: Rasulullah adalah manusia paling dermawan, dan lebih dermawan lagi pada bulan ramadhan tatkala berjumpa Jibril, dan beliau bermudarosah (saling menyimak) alquran, sungguh kedermawan Rasulullah dalam kebaikan lebih kencang dari angin yang menghembus (HR. Bukhari)
Ramadhan bulan berkah, maghfiroh dan penuh kemuliaan, akan tetapi sebagaimana bumi dan nasab yang mulia tidak dapat memuliakan orangnya tanpa amal dan ketakwaan, begitu pula Ramadhan yang mulia tidak dapat menjadikan kita mulia tanpa adanya peningkatan ibadah.
Oleh karena itu Ibnu Abbas menceritakan sifat asli Rasulullah setiap saatnya yang dipenuhi dengan ketaatan seperti kedermawanan dan bacaan al - Quran, kemudian saat datang bulan mulia ini beliau mengadakan peningkatan besar- besaran.
Semoga kita dapat meningkatkan amal ibadah terutama pada sisa bulan mulia ini, serta mengantarkan kita semua menjadi insan yang bertakwa. Allahumma aamiin.

Bolehkah Berkumur-Kumur Saat Puasa?

Bolehkah Berkumur-Kumur Saat Puasa?
Apakah boleh berkumur-kumur saat puasa?
Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan,
أَمَّا الْمَضْمَضَةُ وَالِاسْتِنْشَاقُ فَمَشْرُوعَانِ لِلصَّائِمِ بِاتِّفَاقِ الْعُلَمَاءِ . وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالصَّحَابَةُ يَتَمَضْمَضُونَ وَيَسْتَنْشِقُونَ مَعَ الصَّوْمِ . لَكِنْ قَالَ لِلَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ : ” { وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا } فَنَهَاهُ عَنْ الْمُبَالَغَةِ ؛ لَا عَنْ الِاسْتِنْشَاقِ
“Adapun berkumur-kumur dan beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) disyari’atkan (dibolehkan) bagi orang yang berpuasa dan hal ini disepakati oleh para ulama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat juga berkumur-kumur dan beristinsyaq ketika berpuasa. Akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan pada Laqith bin Shabirah, “Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa.”[1] Yang dilarang saat puasa di sini adalah dari berlebih-lebihan ketika istinsyaq.” (Majmu’ah Al Fatawa, 25: 266)
Muhammad bin Al-Khatib Asy-Syarbini rahimahullah menjelaskan bahwa mubalaghah (berlebih-lebihan atau serius) dalam berkumur-kumur adalah dengan memasukkan air hingga ujung langit-langit mulut, serta mengenai sisi gigi dan gusi. (Mughnil Muhtaj, 1: 101)
Serius dalam berkumur-kumur saat wudhu merupakan bagian dari kesempurnaan wudhu. Ketika berwudhu hal itu disunnahkan kecuali saat berpuasa. Hal ini diisyaratkan dalam hadits Laqith bin Shabirah radhiyallahu ‘anhu di atas.
Asy-Syarbini rahimahullah mengatakan, “Menurut madzhab Syafi’i, jika seseorang berlebih-lebihan dalam berkumur-kumur dan menghirup air dalam hidung (istinsyaq) lantas air tadi masuk ke dalam tubuh, maka puasanya batal. Karena orang yang berpuasa dilarang dari berlebih-lebihan saat berkumur-kumur dan menghirup air dalam hidung sebagaimana telah dijelaskan dalam pembahasan wudhu. Namun jika tidak berlebih-lebihan lantas masuk air, tidak membatalkan puasa karena bukan kesengajaan.” (Mughnil Muhtaj, 1: 629)
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Para ulama Syafi’iyah dan pendapat Imam Syafi’i tetap disunnahkan bagi orang yang berpuasa saat berwudhu untuk berkumur-kumur dan memasukkan air dalam hidung, sebagaimana yang tidak berpuasa disunnahkan demikian. Akan tetapi bagi yang berpuasa disyaratkan tidak berlebih-lebihan (mubalaghah). Yang terjadi perselisihan, ketika masuk air dalam rongga tubuh saat berkumur-kumur atau memasukkan air dalam hidung. Pendapat ulama Syafi’iyah adalah batal jika memasukkan airnya berlebihan. Namun jika tidak berlebihan, tidaklah batal.” (Al-Majmu’, 6: 230)
Bagaimana berkumur-kumur kala tidak berwudhu saat berpuasa? Apa dibolehkan?
Pembahasan ulama di atas bukan berlaku pada saat wudhu saja. Namun di luar wudhu saat berpuasa tetap dibolehkan berkumur-kumur dan memasukkan air dalam hidung asal tidak berlebih-lebihan. Jika berlebih-lebihan lantas air masuk dalam rongga perut, puasanya batal.
Apakah setelah kumur-kumur wajib mengeringkan mulut?
Al-Mutawalli dan ulama lainnya berkata, “Jika orang yang berpuasa kumur-kumur, hendaklah ia memuntahkan air yang masuk dalam mulut. Namun ia tidak diharuskan mengeringkan mulutnya dengan kain dan semacamnya. Hal ini tidak ada perselisihan di kalangan ulama (Syafi’iyah, pen.).”
Al-Mutawalli memberi alasan bahwa seperti itu sulit untuk dihindari karena yang ada nantinya tetap sesuatu yang basah saat telah dimuntahkan dan seperti itu tak mungkin terpisah. (Al-Majmu’, 6: 231)
Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.

Referensi:
Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzzab li Asy-Syairazi. Cetakan kedua, tahun 1427 H. Yahya bin Syarf An-Nawawi. Penerbit Dar ‘Alamil Kutub.
Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah. Penerbit Kementrian Wakaf dan Urusan Keislaman Kuwait.
Majmu’atul Fatawa. Cetakan keempat, tahun 1432 H. Ahmad bin Taimiyyah Al-Harrani. Penerbit Darul Wafa’.
Mughnil Muhtaj ila Ma’rifah Ma’ani Alfazhil Minhaj. Cetakan keempat, tahun 1431 H. Muhammad bin Al-Khatib Asy-Syarbini. Penerbit Darul Ma’rifah.

[1] HR. Abu Daud no. 142, Tirmidzi no. 788, An-Nasa’i no. 114, Ibnu Majah no. 448. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Wednesday, 1 July 2015

bulan ramadhan

Assalamu'alaikum..Ibnu katsir berkata:"Hari hari lewat dengan cepat,dan itu berarti kita digiring menuju kematian,sedangkan mata kita melihatnya"Ketika Ramadan sudah berjalan beberapa hari,kita berfikir sebentar lagi Ramadan akan pergi..Kita lupa bahwa sebenarnya kita juga akan segera pergi...!!Ramadan, walaupun dia pergi, tapi dia akan kembali dan akan dirayakan oleh orang-orang yang masih hidup waktu itu..Sedangkan kita?Ketika kita sudah pergi,kita tidak akan kembali lagi sampai Alloh membangkitkan orang-orang yang ada dalam kubur....Yang benar, orang berIman tidak ingin Ramadan berakhir, karena bulan Ramadan Penuh berkah dan pahala...Dan belum tentu jumpa Ramadan berikutnya..Nikmatilah setiap detik bulan Ramadan dalam mencari pahala yg berlipat ganda...Ya Allah..Terimalah usaha kami dalam memperbaiki ibadah kepadaMu, ampunilah kekurangan kami,tunjukkanllah dan tolonglah kami agar selalu memperbaiki ibabah-ibadah kami yg akan datang sesuai yg Engkau ridhoi...Aamiin...